Selasa, 21 Oktober 2014

Muslimmah Keren

Kenali Mimpi Besarmu Ukhtii



tya_rr@yahoo.com


Sobat muda muslim.. alhamdulilah ya Greenery terbit Perdana semoga Greenery bisa kasih informasi lebih fresh yg pasti bikin makin Gaul sama Islam khususnya buat para Sobat muda muslim sekalian Amin. Hehe
Kali ini kita akan kupas tuntas tentang pentingnya arti sebuah mimpi, Apa sih mimpi itu ? kalau lebih pasnya mimpi itu ibarat cita-cita nah, kita akan bahas tentang cita-cita yg berkaitan dengan arti mimpi itu sendiri.

Apa sih Mimpi Besar itu?
Kepo yuk ! he he kepo disini Aman kok, Apa sih Mimpi Besar itu? Mimpi besar itu adalah energi yang bisa menggerakan seseorang untuk meraih cita-cita dengan segala keterbatasan. Kalo diibaratan ni mimpi besar itu seperti ambisi pemain sepakbola yang berkeinginan melesakkan goal ke gawang lawan. Dia akan berusaha sekuat tenaga melewati hadangan pemain bertahan, bersinergi dengan kawan, dan mengarahkan ke tembakan ke sudut yang sulit dijangkau penjaga gawang. So, big dream or mimpi besar itu secara otomatis memompa dan memotivasi seluruh sumber daya yang dimiliki seorang untuk tujuan hidupnya. Jadi bisa kan dibayangin kalo seseorang belum punya mimpi besar alias big dream? Hidunya dijamin garing bin kering kerontang. Nggak ada semangat untuk menjadi dirinya lebih hebat. Yang ada  hidupnya makin nggak terarah atau malah yang nggak punya tujuan mau endingnya ke mana, tinggal tunggu mati aja. Padahal tanpa mimpi, kita bagaikan mayat hidup. Jasadnya ada tanda-tanda kehidupannya Nol. Hi hi hi sereem...



Pentingnya Punya Mimpi Besar
Buat sobat muda muslim ni, mungkin banyak ya temen-temen kita yang masih nyepelein tentang pentingnya punya mimpi besar. Hem sayang banget tu.. mungkin belum kepikiran untuk punya mimpi, atau mereka masuk dalam komunitas fatalisme alias orang-orang memasrahkan hidunya mengalir begitu saja. Buat apa punya mimpi, toh hidup akan menghantarkan mereka pada keberhasilan atau kegagalan dengan sendirinya. Gitu sih kata mereka (hasil wawancara). Yup.. padahal kita sudah tau kan bahwa mimpi besar itu penting banget apa lagi buat sobat muda muslim yang masih sekolah wah makin banyak waktu luang saja kan untuk kita mempersiapkan mimpi-mimpi kita. cobta deh bayangin gimana kalo nggak punya mimpi membuat hidup kita tidak bergairah bin loyo semangat. Hanya mereka yang punya mimpi besar hidunpnya punya nilai tambah dan bergairah.
 Syahid Hasan Al-Banna pernah menyatakan “kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin dan kenyataaan hari esok hari adalah mimpi hari ini” artinya apa yang kita dapatkan sangat ditrntukan oleh mimpi mimpi kita. Mimpi kita lah yang menjadi amunisi untuk membakar semangat kita untuk menjalani kehidupan. Karena ada target yang ingin di capai.


Saatnya Menemukan Mimpi BesarmuSekarang udah nggak kepo lagi kan.. hehe ok tentu saja bukan mimpi yang sifatnya materi atau yang hanya berorientasi pada kesenangan duniawi. Sebuah mimpi seorng muslim harus tembus sampe akhirat dan berdimensi ‘kemanfaatan’ orang banyak. Boleh saja kita ingin sukses  harta, tahta, keluarga dunia, tetapi harus tetap di rem biyar nggak kebablasan. Seperi cerita sahabat rasul Saw Mushab bin Umair, yang telah mengendalikan hidupnya untuk menempuh mimpi besarnya berkontribusi dalam dakwah islam. Mushab adalah simbol cowok ideal. Udah kaya, ganteng, cerdas dan dari keturunan bangsawan. Tapi bukan itu semua yang mempesona dari mushab. Karena setelah mushab kenal dengan Rasullulah saw dan masuk islam. Mushab meninggalkan semua atribut dunia tadi dan rela menghapuskan namanya dari garis keturunan keluarga konglomerat umair. Sejarah mencatat dengan kecerdasan dan kegigihanya, mushab berhasil mengislamkan pimpinan dua suku besar di madinah Aus dan Khazraj, serta membawa mereka membela rasullulah Saw. Dari sinilah berawalnya pendirian negara islam di Madinah. Selain mushab ada lagi ni ada Muhammad al-Fatih yang mempunyai mimpi besar yaitu menaklukkan kota konstatinopel. Al-fatih yang hidup ratusan tahun setelah masa rasullulah  Saw tentang penaklukan 2 kota, roma dan konstatinopel. Guru beliau Aa’ Syamsudin pun selalu mendengungkan tentang itu ke telinga al-fatih, bahwa dirinya sang penakluk itu. Maka al-fatih memantaskan diri menjadi sang penakluk, mulai dari belajar mengatur strategi, melatih pasukan unggulan, serta juga membina nafsiyah/kejiwaan beliau atau pasukanny. Hasilnya pada tahun 1453 M, kota konstatinopel yang saat itu jadi simbol peradaban romawi timur, takluk dibawah tangan seorang pemuda berumur 24 tahun ! Subhanallah....

Bermimpilah Tapi Jangan Jadi Pemimpi
ü  KENALI POTENSI DIRI: Nah.. coba yuk sobat muda muslim mulailah mengenal potensi yang ada dalam diri kita, karena dengan potensi itulah kita akan bisa menyusun sebuah prestasi. Dalam bahasa training motivation kata potensi sering disebut dengan  “passion”, dimana kita itulah “domain” /wilayah kita yang enjoy disitu. Tentunya harus tetap dibimbing oleh islam ya. ;)
ü  PELAJARI DUNIA: penting juga ni ?? jika kita sudah tau potensi dalam diri, maka pelajari lebih dalam, lebih serius dan terencana. Karena itu kita yang membedakan kita dengan seorang pemimpi. Pemimpi itu hanya akan berangan-angan /berkhayal (thulul ‘amal), tanpa pernah terencana dan aksi nyata.
ü  TERAPKAN ILMUNYA: Yup.. jika sudah punya ilmunya dengan sungguh-sungguh, maka pilihan yang harus diambil kita harus menularkan ini pada orang lain bukankah “khoirunnas anfa’uhum linnas” (Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain) J
ü  PANTANG MENYERAH: demi meraih berkah, jika masih menemui halang rintang, bahkan langkah kita gagal, maka belajarlah dari pengalaman tersebut never give up. Allah pasti akan menilai setiap upaya kita asal kita ikhlas dan caranya benar, meskipun hasilnya GAGAL, maka jngan pernah mundur untuk berprestasi bagi diri dan umat. Setujuuuuuu !!!.........



Nah saatnya kita kenali mimpi besar kita, dan memantaskan diri untuk meraihnya. Jangan biyarkan hidup kita tak bermakna. Tinggalkan jejak dengan kesan yang lebih baik sobat… J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar